Home Nasional Jawa barat Majalengka Keislaman Aswaja Khutbah Opini Sejarah BIOGRAFI MWC NU BANOM LEMBAGA PC NU Pendidikan PONPEST Serba - serbi DOwnload

Presidium MN KAHMI Jangan Didominasi Mayoritas Kader Parpol

Presidium MN KAHMI Jangan Didominasi Mayoritas Kader Parpol
Situs Resmi NU Majalengka Provinsi Jawa Barat
Situs Resmi NU Majalengka Provinsi Jawa Barat

BANDUNG--Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke XI akan digelar di Provinsi Sulawesi Tengah, pada 24-28 November 2022, di Sriti Convention Hall, Kota Palu. Agenda besar ini di jadwalkan akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dan akan tiba di Kota Palu pada Jum'at 25 November 2022.


Namun sebelum perhelatan akbar digelar, harapan besar tercermin dari para pengurus Majelis Wilayah KAHMI Jawa Barat. Hal itu seperti diungkapkan salah seorang Presidium KAHMI Jabar, Asep Wahyuwi Jaya.

Menurut anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini, pihaknya dalam beberapa pekan ini terus membangun komunikasi dengan beberapa MW KAHMI di berbagai tanah air. Dari diskusi itu pada pokoknya menyampaikan soal pilihan nama nama Presidium MN KAHMI di masa mendatang.


Para pengurus MW dan MD se-Indonesia tak akan terjebak pada pilihan tentang orang. Hal itu berhubungan dengan banyaknya calon presidium yang telah dirilis Pansel. Tapi ada baiknya, mengupas soal substansi dan materi tetang urgensi KAHMI dalam memberikan konstribusi kepada bangsa dan negara ini.


"Menurut kami, para figur Presidium MN KAHMI ke depan itu, semestinya bisa kita uji secara bersama-sama dalam bobot substansi kebutuhan KAHMI. Tidak lagi berbicara kepentingan pribadi atau kelompok, namun keberpihakannya dalam membangun bangsa dan negara ini,"kata Asep melalui pesan singkatnya di grup WA MD-MD se-Jawa Barat.


Pihaknya mengaku bersyukur, ide dan gagasan semacam itu ternyata mendapatkan respon positif dari jajaran pengurus MW-MW KAHMI di berbagai wilayah di penjuru tanah air.


"Alhamdulillah dari hasil silaturrahmi sedikitnnya 30 MW KAHMI mereka sependapat, bahwa transformasi alumni HMI adalah keniscayaan,"ujarnya.


Mengenai agenda transformasi itu, lanjut politisi yang dikenal merakyat itu, seperti tercermin pada Rakorwil KAHMI Jabar di Garut. Setidaknya para Presidium MN KAHMI harus memiliki mindset kepemimpinan yang kuat dan solid dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks.


Bahkan MN KAHMI pun harus mulai concern pada persoalan desa sebagai pusat pertumbuhan baru. KAHMI ke depan pun harus memiliki ide kongkrit dalam mengantisipasi bonus demografi, dan persoalan penting lainnya. Merujuk pada agenda transformasi KAHMI itulah maka para MW KAHMI se-Indonesia pun sependapat bahwa figur Presidium MN KAHMI jangan melulu hanya diisi mayoritas para politisi .


Presidium MN KAHMI harus diisi para alumni yang notabene merupakan akademisi yang hebat hingga perwakilan dari kaum profesional. Sekaligus juga memperhatikan keterwakilan wilayahnya.


"Sederhananya, Presidium MN KAHMI ke depan harus lintas profesi dan lintas geografis,"jelasnya.


Dia mengaku akan segera menentukan nama-nama calon MN KAHMI, untuk mengisi paket presidium yang kompak dalam pemikiran dan gesturnya. Hingga pada akhirnya pilihan penentuan nama itu pun bukan hal yang gampang. Sebab para calon presidium tersebut membutuhkan pengujian bersama dengan MW lainnya.


"Pilihan jajaran pengurus MN itu harus berdasarkan kalkulasi yang dalam, dan bukan hasil dari preferensi kacamata lokal. Atau bahkan personal yang didalamnya bisa saja mengabaikan bobot kualitatif dan menjauhkan dari agenda transformasi dalam tubuh Kahmi ini bisa terwujud," harapanya. (Jejep Falahul Alam).